Entri Terbaru

Iman Tak Dapat Diwarisi

Assalamualaikum. Alhamdulillah petang ni ada sedikit ruang dan masa untuk terus berjuang menyampaikan sesuatu buat kita semua. InsyaAllah. Kali ni kita nak berfikir sejenak. Pernah tak melihat situasi dimana :

Situasi A :

Ibu dan ayah seorang yang alim, warak dan anak-anak mereka pun sama seperti ibu dan ayah tersebut. Alim, baik, soleh, solehah.

Situasi B :

Ibu dan ayah seorang yang alim tetapi anak-anaknya tidak, malah perangainya teruk dan ada yang sukar percaya mereka mempunyai ibu ayah yang sangat alim.

Situasi C :

Ibu dan ayah tidaklah alim, biasa-biasa sahaja tetapi anaknya alim.

Situasi D :

Ibu dan ayah biasa-biasa saja, anak pun sama.

****************************************************************
Bila melihat situasi-situasi ini yang pelbagai, mesti mulut pantas berkata-kata "Eh mak ayah dia aku tengok alim je, anak macam s**** perangainya", "aku tengok parents dia biasa ja, dia ni je yang alim dalam keluarga dia", "Oh, patut la dia macam tu, mak ayah dia pun sama".

Bermacam andaian yang kita bagi bila berada dalam situasi ini. Iman. Apa sebenarnya iman? Melalui sumbur yang Yaya dapat :

Iman dari bahasa Arab bermakna percaya.

Sedangkan menurut istilah , pengertian iman adalah membenarkan dengan hati, diucapkan dengan lisan, dan diamalkan dengan tindakan (perbuatan).

Dengan demikian, pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah itu benar-benar ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanNya, kemudian pengakuan itu diikrarkan dengan lisan, serta dibuktikan dengan amal perbuatan secara nyata.

Jadi, seseorang dapat dikatakan sebagai mukmin (orang yang beriman) sempurna apabila memenuhi ketiga unsur keimanan di atas.

Apabila seseorang mengakui dalam hatinya tentang keberadaan Allah,tetapi tidak diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan, maka orang tersebut tidak dapat dikatakan sebagai mukmin yang sempurna. Sebab, ketiga unsur keimanan tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan.

Beriman kepada Allah adalah kebutuhan yang sangat mendasar bagi seseorang. Allah memerintahkan agar ummat manusia beriman kepada-Nya, sebagaimana firman Allah yang ertinya:

“Wahai orang-orang yang beriman. Tetaplah beriman kepada Allah dan RasulNya (Muhammad) dan kepada Kitab (AlQur’an) yang diturunkan kepada RasulNya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sungguh orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An Nisa : 136)

Ayat di atas memberikan penjelasan bahwa Bila kita ingkar kepada Allah, maka akan mengalami kesesatan yang nyata. Orang yang sesat tidak akan merasakan kebahagiaan dalam hidup. Oleh kerana itu, beriman kepada Allah sesungguhnya adalah untuk kebaikan manusia.

Berbalik kepada situasi yang Yaya berikan tadi. Iman itu adalah individu, tidak membiak dan paling penting tidak diwarisi. Seperti dalam lirik nasyid kumpulan Raihan - iman mutiara yang berbunyi 

~ iman tak dapat diwarisi,
dari seorang ayah yang bertaqwa, 
a tak dapat dijual beli, 
ia tiada di tepian pantai ~

Benar, Iman tak dapat diwarisi. Sebab tu la terjadi seperti situasi diatas. Ibu bapa bukan sebab utama berimannya seorang anak, tetapi ibu bapalah contoh paling hampir untuk anak membentuk jati diri. Ibu bapa merupakan tauladan yang dilihat oleh anak setiap hari, apa yang mereka lakukan dan perbuat semua dilihat dan sedikit sebanyak menjadi ikutan buat si anak. Jadi, peringatan buat diri Yaya juga yang bakal masuk ke alam rumah tangga dan buat pembaca semua, berilah dan tunjuklah contoh yang terbaik buat anak-anak kita.

Iman? Tuk tuk tuk!!! Izinkan aku untuk menggapai-Mu. Allah, izinkan aku untuk menemui cinta Yang Maha Agung (kesat air mata). 

5 comments:

  1. betoi tu dik..iman memang tak diwarisi...
    teringat cik akak lagu kump raihan tu

    ReplyDelete
  2. Setuju dengan kak yaya. Setiap yang dilakukan oleh ibu bapa adalah contoh buat anak2. Kadang2 ibu bapa tak puas hati bila anak tak macam apa yang mereka inginkan tapi bila ditanya pada anak, senang saja jawapannya 'emak dan abah pun sama'. Jadi, satu keluarga kena terapkan iman dalam diri! :)

    ReplyDelete
  3. Allahu Akbar.. bila mngenangkan diri..sedih rasa... nak nangis... tq yaya..

    ReplyDelete
  4. benar ~ iman tak dapat diwarisi . =)

    ReplyDelete

Assalamualaikum.
~ Komen yang baik-baik sahaja ye.
~ Hantar sekali je nanti Yaya terima, jangan banyak kali tau.

Terima kasih ^_^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...